 |
[Editor] Sinta
[Penerbit] Yayasan Obor Indonesia
[Tahun] 2006
[Harga] Rp.32.000
Setiap orang tentu ingin
hidup bahagia. Di tengah-tengah orang-orang yang dicintainya. Namun…
kita sebagai manusia tidak dapat berbuat apa-apa jika Tuhan berkehendak
lain.
Ya, ketika bencana longsor terjadi di sebuah desa terpencil yang
berada di lereng bukit. Biru dan keluarganya yang tinggal di sebuah
gubuk kecil yang berdindingkan papan reyot, tertimbun tanah. Tapi
ternyata nasib baik masih ada di tangan Biru. Ia berhasil diselamatkan.
Biru tak menyesal harus kehilangan keluarganya. Ia juga tidak menangis,
meski ia sebenarnya merasa sedih. Biru percaya, Tuhan pasti mempunyai
rencana yang indah untuknya.
DokterHakim Farizki, seorang dokter yang ikut membantu saat bencana
itu terjadi, mengangkatnya sebagai anak dan Biru dibawanya ke Jakarta.
Di sanalah ia bertemu dengan seorang gadis cantik yang menjadi adiknya
bernama Clifta. Tapi Biru tak pernah berani untuk mengungkapkan
perasaannya karena ia sadar siapa dirinya. Sampai Clifta bertemu dengan
Fresha, yang ternyata band-nya adalah saingan berat band-nya Biru,
Fruityland.
Fresha, playboy kelas kakap yang berpredikat Don Juan berniat
mendekati Clifta untuk menjatuhkan band-nya Biru yang cukup terkenal di
kampus dan sudah hampir rekaman itu.
Vanesha, seorang balerina cantik yang sudah lama memendam perasaannya pada Biru akhirnya mengungkapkan perasaannya.
Apayang akan terjadi selanjutnya? Apakah band-nya Fresha berhasil
menjatuhkan band-nya Biru serta Fresha berhasil mendapatkan Clifta?
Siapakah Reda? Kenapa ia hadir di tengah-tengah mereka? Apakah Biru
mampu mengungkapkan perasaannya ataukah dia lebih memilih cinta yang
lain?
Siapakah pelukis itu, yang menggoreskan warna pelangi yang begitu indah di dalam jiwanya…?
|