 |
[Editor] Flo
[Penerbit] Gradien Mediatama
[Tahun] 2010
[Harga] Rp. 28.000
Ketika Timor-Timur
berpisah dari Indonesia, perpisahan juga terjadi di antara kakak-beradik
yang saling menyayangi. Mereka hidup dalam kondisi dan lokasi yang
berbeda oleh sebab yang tidak mereka mengerti. Merry (10) tinggal berdua
dengan ibunya, Tatiana di sebuah kamp pengungsian di Kupang, NTT.
Sementara kakak laki-lakinya, Mauro (12) tinggal bersama pamannya di
Timor Leste.
Tatiana dan Merry hidup di kamp bersama ratusan ribu pengungsi
lainnya, di antaranya Abubakar, seorang keturunan Arab yang sudah
turun-temurun hidup dan tinggal di Timor-Timur. Tatiana mengajar di
sekolah darurat. Merry juga bersekolah di tempat itu bersama Carlo,
seorang anak laki-laki yang sangat jail dan suka menggangu Merry—itu
dikarenakan Carlo ingin sekali mempunyai seorang adik dan merasakan
kembali cinta kasih keluarga.
Kehidupan yang sangat berat di kamp pengugsian dan di tengah
ketidakpastian akan keberadaan anak laki-lakinya, tidak membuat Tatiana
menjadi lemah. Kerinduan Merry akan kakaknya dan penderitaan yang begitu
mendalam dari sang ibu, membuat Merry menjadi anak perempuan yang
cerdas dan nekad.
Secercah harapan mekar kala suatu hari, dari seorang relawan,
Tatiana mendapatkan informasi adanya kemungkinan ia bertemu kembali
dengan anak laki-lakinya itu. Apakah harapan ini dapat terwujud?
Dapatkah Merry berkumpul kembali dengan kakaknya, Mauro?
|